Minggu, 25 Mei 2008

Pemerintah Zalim???

Kata-kata zalim memang kurang sedap didengar.Tapi, begitulah ungkapan masyarakat kecil ketika harga BBM naik. Kekecewaan masyarakat Indonesia, terutama ekonomi menengah ke bawah beralasan. Kenaikan harga BBM menyebabkan naiknya harga semua keperluan hidup.
Jika pengusaha kecewa karena biaya produksi meningkat. Sebaliknya masyarakat lebih menderita karena sulitnya memenuhi biaya makan, minum apalagi baiay pendidikan dan sebagainya.
Di tengah keresahan dan kekecewaan masyarakat ekonomi lemah, Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Riau Mambang Mit melontarkan pernyataan yang kontropersi di media massa. PNS di lingkungan Pemprov akan dinaikkan 20 persen. Luar biasa. Tak tau, apakah karena simpati dengan pegawainya, atau karena ada hubungan dengan pilgub nanti, atau… Maaf kata guru agama tak boleh berprasangka buruk.
Yang jelas, saat ini saja pendapatan PNS di lingkungan Pemprov Riau, untuk golongan 1 saja Rp3 juta lebih tiap bulan. Sedangkan Eselon III Rp 8 juta eselon II Rp15 juta. Mau ditambah lagi? Sungguh Mambang Mit atasan yang baik dan bijaksana, peduli dengan bawahan. He…he…
Uniknya, dengan gaji dan tunjangan yang didapat sebanyak itu, masih banyak PNS yang bolos di saat jam kerja. Sebut saja di kedai kopi Kim Teng, rata-rata isinya PNS, dan tentu saja terdapat PNS Pemprov. Belum lagi yang keluyuran di pusat-pusat perbelanjaan, dan lainnya.
Dahsyat lagi, untuk petugas proyek, Dinas-dinas termasuk Dinas Pendidikan Provinsi yang pegawainya membengkak, malah diangkat honorer proyek. Akibatnya, PNS yang sudah banyak menung tak kebagian kerja, makin bermenung ria karna ada honorer yang bekerja.
Kembali pada kenaikan BBM. Di tengah kesedihan, dan belum jelasnya penerimaan BLT, mereka mendapat kabar kalau PNS Pemprov bakal naik gaji (tunjangan). Sedih, kesal, mau protes tak ada daya. Padahal penambahan uang tunjangan tersebut uang rakyat alias dana APBD.***

Tidak ada komentar: